Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Analisis implementasi tindakan penagihan pajak ( Studi Kasus KPP Madya Dua Jakarta Selatan 1 )
Description
Penerimaan pajak merupakan sumber utama pendapatan negara. Salah satu komponen penting dari struktur penerimaan pajak adalah pencairan tunggakan pajak. Pencairan tunggakan pajak memiliki hubungan yang sangat erat dengan upaya penagihan pajak yang dilakukan oleh Juru Sita Pajak Negara (JSPN) selaku aktor utama penagihan pajak. Saldo utang pajak nasional yang tidak mengalami penurunan yang signifikan selama lima tahun terakhir menunjukkan perlunya dilakukan analisis mengenai implementasi tindakan penagihan pajak. Penulis memilih KPP Madya Dua Jakarta
Selatan I sebagai objek penelitian karena selama tiga tahun terakhir kantor tersebut menjadi salah satu dari sepuluh KPP (Kantor Pelayanan Pajak) dengan target pencairan tunggakan pajak tertinggi di Indonesia. Namun, realisasi pencairan tunggakan pajak di kantor yang Penulis pilih ini ternyata belum mencapai target yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan tindakan penagihan pajak di KPP yang dijadikan objek penulis berdasarkan Teori Van Meter dan Van Horn (1975). Namun sebelumnya, penelitian ini
juga menganalisis terlebih dahulu bagaimana implementasi tindakan penagihan pajak pada objek penelitian berdasarkan Teori Van Meter dan Van Horn (1975). Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis hasil pada penelitian ini menggunakan data sekunder dan wawancara. Hasil penelitian mengenai implementasi kebijakan menunjukkan bahwa indikator Penerapan Implementasi Sesuai Standar yang Berlaku umumnya bernilai baik meskipun masih perlu perbaikan di berbagai sisi sementara indikator Pencapaian Tujuan Kebijakan bernilai kurang baik.
Sementara hasil penelitian mengenai analisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi tindakan penagihan pajak cukup bervariasi. Adapun indikator yang bernilai sangat baik adalah Standar dan Sasaran Kebijakan, Komunikasi antar Organisasi (Internal), Karakteristik Agen Pelaksana, Kondisi Politik, serta Sikap Para Pelaksana. Sementara indikator Komunikasi Antar Organisasi (Eksternal) dan Sumber Daya Finansial bernilai baik saja. Adapun indikator yang bernilai kurang baik adalah Sumber Daya Manusia dan Kondisi Ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi terhadap optimalisasi implementasi tindakan penagihan pajak kedepannya.
Selatan I sebagai objek penelitian karena selama tiga tahun terakhir kantor tersebut menjadi salah satu dari sepuluh KPP (Kantor Pelayanan Pajak) dengan target pencairan tunggakan pajak tertinggi di Indonesia. Namun, realisasi pencairan tunggakan pajak di kantor yang Penulis pilih ini ternyata belum mencapai target yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan tindakan penagihan pajak di KPP yang dijadikan objek penulis berdasarkan Teori Van Meter dan Van Horn (1975). Namun sebelumnya, penelitian ini
juga menganalisis terlebih dahulu bagaimana implementasi tindakan penagihan pajak pada objek penelitian berdasarkan Teori Van Meter dan Van Horn (1975). Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis hasil pada penelitian ini menggunakan data sekunder dan wawancara. Hasil penelitian mengenai implementasi kebijakan menunjukkan bahwa indikator Penerapan Implementasi Sesuai Standar yang Berlaku umumnya bernilai baik meskipun masih perlu perbaikan di berbagai sisi sementara indikator Pencapaian Tujuan Kebijakan bernilai kurang baik.
Sementara hasil penelitian mengenai analisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi tindakan penagihan pajak cukup bervariasi. Adapun indikator yang bernilai sangat baik adalah Standar dan Sasaran Kebijakan, Komunikasi antar Organisasi (Internal), Karakteristik Agen Pelaksana, Kondisi Politik, serta Sikap Para Pelaksana. Sementara indikator Komunikasi Antar Organisasi (Eksternal) dan Sumber Daya Finansial bernilai baik saja. Adapun indikator yang bernilai kurang baik adalah Sumber Daya Manusia dan Kondisi Ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi terhadap optimalisasi implementasi tindakan penagihan pajak kedepannya.
Detail Information
- Publisher
- Jakarta : Program Ekstensi FEBUI., 2025
- Collation
- x, p. : ills. ; 30 cm
- Language
- Indonesia
- Classification
- NONE
- Subject(s)
- Specific Detail Info
- Skripsi
- Statement of Responsibility
- Adventa Vizca Fauzi
Comments
You must be logged in to post a comment