Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Pengaruh organizational capital terhadap risiko crash harga saham : studi kasus pada perusahaan di bursa efek indonesia periode 2022-2023
Description
Penelitian ini mempelajari tentang hubungan antara organization capital (modal organisasi) dengan risiko crash harga saham. Sampel perusahaan yang digunakan adalah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022 hingga 2023. Pengukuran organization capital menggunakan proksi dari Sales, General, and Administrative (SGA) exspense sesuai dengan penelitian oleh Peters dan Taylor (2017) dan Chen et, al. (2024). Risiko crash harga saham di masa depan digambarkan sebagai adanya skewness negatif dalam distribusi pengembalian saham tertentu yang
mencerminkan risiko asimetris pada harga saham perusahaan. Hasil temuan menunjukkan bahwa perusahaan dengan tingkat organization capital yang tinggi memiliki risiko crash harga saham di masa depan yang lebih rendah. Temuan ini mendukung teori dari Lev et al. (2009) dan Attig & Cleary (2014) yang menyatakan bahwa organization capital berperan sebagai aset tidak berwujud yang memperkuat sistem, budaya, dan proses bisnis internal sehingga meningkatkan efisiensi, transparansi, dan stabilitas operasional perusahaan. Hasil temuan berbeda pada sampel perusahaan milik negara (BUMN). Hasil pada sampel perusahaan BUMN menunjukkan hubungan dengan arah positif, yaitu
perusahaan dengan tingkat organization capital yang tinggi memiliki risiko crash harga saham di masa depan yang tinggi. Temuan ini selaras dengan teori agensi (Jensen & Meckling, 1976) dan penelitian oleh Xu et al (2014);Chen et al (2024), yang menyatakan bahwa dalam lingkungan dengan asimetri informasi tinggi, manajer memiliki insentif untuk menyembunyikan informasi negatif demi kepentingan pribadi. Hal ini diperburuk pada BUMN yang sering kali memiliki opaqueness lebih tinggi, struktur hierarkis yang kompleks, serta tekanan politik dan karier birokrasi.
mencerminkan risiko asimetris pada harga saham perusahaan. Hasil temuan menunjukkan bahwa perusahaan dengan tingkat organization capital yang tinggi memiliki risiko crash harga saham di masa depan yang lebih rendah. Temuan ini mendukung teori dari Lev et al. (2009) dan Attig & Cleary (2014) yang menyatakan bahwa organization capital berperan sebagai aset tidak berwujud yang memperkuat sistem, budaya, dan proses bisnis internal sehingga meningkatkan efisiensi, transparansi, dan stabilitas operasional perusahaan. Hasil temuan berbeda pada sampel perusahaan milik negara (BUMN). Hasil pada sampel perusahaan BUMN menunjukkan hubungan dengan arah positif, yaitu
perusahaan dengan tingkat organization capital yang tinggi memiliki risiko crash harga saham di masa depan yang tinggi. Temuan ini selaras dengan teori agensi (Jensen & Meckling, 1976) dan penelitian oleh Xu et al (2014);Chen et al (2024), yang menyatakan bahwa dalam lingkungan dengan asimetri informasi tinggi, manajer memiliki insentif untuk menyembunyikan informasi negatif demi kepentingan pribadi. Hal ini diperburuk pada BUMN yang sering kali memiliki opaqueness lebih tinggi, struktur hierarkis yang kompleks, serta tekanan politik dan karier birokrasi.
Detail Information
- Publisher
- Jakarta : Program Ekstensi FEBUI., 2025
- Collation
- x, p. : ills. ; 30 cm
- Language
- Indonesia
- Classification
- NONE
- Subject(s)
- Specific Detail Info
- Skripsi
- Statement of Responsibility
- Arsa Anggita Ilma
Comments
You must be logged in to post a comment