Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Pengaruh nilai guna terhadap penggunaan instant messenger serta dampaknya terhadap kepuasan kerja yang dimoderasi budaya kolektivitas : studi pada karyawan generasi Z di Jabodetabek
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai guna terhadap kepuasan kerja melalui mediasi penggunaan media sosial, khususnya instant messenger yang berorientasi tugas dan hubungan sosial, serta moderasi dimensi budaya kolektivisme pada karyawan Generasi Z yang bekerja di sektor formal Indonesia dan menggunakan WhatsApp sebagai sarana komunikasi kerja. Data kuantitatif dikumpulkan dari 368 responden yang mengisi survei online secara mandiri dan sebanyak 345 data valid dianalisis setelah proses pembersihan. Semua variabel diukur dengan skala Likert dan
diadaptasi dari penelitian terdahulu. Hasil analisis dengan metode Partial Least Squares- Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan, nilai guna secara signifikan mempengaruhi kedua jenis perilaku penggunaan media sosial. Selain itu, keduanya memediasi hubungan antara nilai guna dan kepuasan kerja, dengan jalur melalui penggunaan berorientasi hubungan sosial memberikan pengaruh yang lebih kuat. Pengaruh ini mencerminkan bahwa bagi Generasi Z, nilai-nilai sosial dan keterhubungan interpersonal memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman kerja yang
positif. Uji moderasi menunjukkan bahwa dimensi budaya kolektivisme memperkuat hubungan antara penggunaan instant messenger dan kepuasan kerja, baik pada orientasi tugas maupun hubungan sosial yang menegaskan pentingnya konteks budaya kolektivis dalam organisasi di Indonesia. Temuan ini memperluas pemahaman tentang perilaku kerja digital dengan memadukan Teori Conservation of Resources (COR), Value-Based Adoption Model, teori dimensi budaya Hofstede, dan teori kohort generasi, serta merekomendasikan organisasi untuk merancang ekosistem komunikasi digital yang
selaras dengan kebutuhan fungsional dan nilai-nilai sosial budaya karyawan. Penelitian ini menekankan pentingnya mendesain lingkungan kerja digital yang responsif terhadap nilai-nilai yang dirasakan karyawan agar dapat meningkatkan kepuasan kerja di era transformasi digital.
diadaptasi dari penelitian terdahulu. Hasil analisis dengan metode Partial Least Squares- Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan, nilai guna secara signifikan mempengaruhi kedua jenis perilaku penggunaan media sosial. Selain itu, keduanya memediasi hubungan antara nilai guna dan kepuasan kerja, dengan jalur melalui penggunaan berorientasi hubungan sosial memberikan pengaruh yang lebih kuat. Pengaruh ini mencerminkan bahwa bagi Generasi Z, nilai-nilai sosial dan keterhubungan interpersonal memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman kerja yang
positif. Uji moderasi menunjukkan bahwa dimensi budaya kolektivisme memperkuat hubungan antara penggunaan instant messenger dan kepuasan kerja, baik pada orientasi tugas maupun hubungan sosial yang menegaskan pentingnya konteks budaya kolektivis dalam organisasi di Indonesia. Temuan ini memperluas pemahaman tentang perilaku kerja digital dengan memadukan Teori Conservation of Resources (COR), Value-Based Adoption Model, teori dimensi budaya Hofstede, dan teori kohort generasi, serta merekomendasikan organisasi untuk merancang ekosistem komunikasi digital yang
selaras dengan kebutuhan fungsional dan nilai-nilai sosial budaya karyawan. Penelitian ini menekankan pentingnya mendesain lingkungan kerja digital yang responsif terhadap nilai-nilai yang dirasakan karyawan agar dapat meningkatkan kepuasan kerja di era transformasi digital.
Informasi Detail
- Penerbit
- Jakarta : Program Ekstensi FEBUI., 2025
- Deskripsi Fisik
- x, p. : ills. ; 30 cm
- Bahasa
- Indonesia
- Klasifikasi
- NONE
- Subjek
- Info Detail Spesifik
- Skripsi
- Pernyataan Tanggungjawab
- Dwiana Zahara Herman
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar