Faktor ekonomi makro dan imbal hasil saham : studi sektoral bursa efek indonesia tahun 2009 s.d. 2024
Penelitian ini mengkaji pengaruh variabel makroekonomi — inflasi, deflasi, suku bunga BI-Rate, nilai tukar rupiah, dan harga minyak dunia — terhadap imbal hasil saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2009 – 2024. Data bulanan dianalisis menggunakan regresi panel Common Effect Model, Fixed Effect Model, dan Random Effect Model. Sebelas sektor BEI dikelompokkan ulang ke dalam tiga klaster pendapatan dominan: Komoditas-Ekspor, Permintaan Domestik & Inflasi, serta Jasa-Keuangan-Infrastruktur. Uji F simultan menunjukkan kelima variabel makro berpengaruh signifikan terhadap return pada sebagian besar kombinasi model-klaster, meskipun koefisien determinasi tersesuaikan tetap rendah (≈ 1 – 3 %). Secara individual, inflasi berdampak negatif pada dua klaster pertama, sedangkan deflasi hanya berdampak positif pada klaster KomoditasEkspor; depresiasi rupiah menekan return di ketiga klaster; dan pengaruh suku bunga serta harga minyak bersifat negatif selektif sesuai struktur biaya dan pendanaan masing masing klaster. Uji heteroskedastisitas mengonfirmasi varians residual tidak konstan sehingga standard error robust diterapkan. Hasil ini mendukung bentuk semi-strong Efficient Market Hypothesis: informasi makro penting cepat terserap, namun variabilitas saham tetap didominasi faktor mikro dan sentimen pasar. Keterbatasan penelitian mencakup tidak dimasukkannya variabel fundamental perusahaan, penggunaan frekuensi data bulanan, dan belum dimodelkannya volatilitas bersyarat
Detail Information
- Publisher
- Jakarta : Program Ekstensi FEBUI., 2025
- Collation
- x, p. : ills. ; 30 cm
- Language
- Indonesia
- Classification
- NONE
- Subject(s)
- Specific Detail Info
- Skripsi
- Statement of Responsibility
- Husein Yahya
Comments
You must be logged in to post a comment