Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Analisis pengaruh kepemilikan institusional terhadap finansialisasi perusahaan : studi kasus perusahaan publik non keuangan bursa efek indonesia periode 2010-2024
Description
Penelitian ini menganalisis pengaruh kepemilikan institusional terhadap finansialisasi perusahaan pada 787 perusahaan publik non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2024. Finansialisasi perusahaan diukur sebagai rasio aset keuangan terhadap total aset. Variabel independen utama adalah proporsi saham yang dimiliki oleh institusi terhadap total saham beredar. Penelitian ini
juga menggunakan tiga variabel kontrol: leverage (rasio liabilitas terhadap total aset), size (logaritma natural dari total aset), dan ROA (rasio laba bersih terhadap total aset). Model yang digunakan adalah model regresi data panel. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa investor institusional secara aktif mendorong atau memfasilitasi perusahaan untuk terlibat dalam aktivitas keuangan, kemungkinan besar didorong oleh pencarian keuntungan (return) dan alokasi portofolio yang terdiversifikasi. Penemuan ini sejalan dengan penelitian Ning et al. (2024) yang mengemukakan bahwa hubungan positif
ini dapat disebabkan oleh peningkatan asimetri informasi, di mana pengawasan
berpotensi bergeser menjadi kolusi untuk memaksimalkan return portofolio institusional.
Meskipun demikian, penelitian ini tidak menolak temuan Y. Li et al. (2024)mengenai
hubungan negatif, mengingat adanya perbedaan variabel independen dan sampel negara
yang digunakan. Lebih lanjut, selaras dengan Eraslan et al. (2022), sampel investor
institusional dalam penelitian ini (dengan mengecualikan fund yang mengelola dana
himpunan banyak orang) cenderung memiliki preferensi risiko tinggi dan tertarik pada
pengembalian spekulatif jangka pendek, hal ini turut menjelaskan korelasi positif
kepemilikan institusional secara keseluruhan dengan finansialisasi. Analisis lebih lanjut
berdasarkan periode COVID-19 menunjukkan pengaruh positif yang signifikan sebelum
dan selama pandemi, namun menjadi tidak signifikan (meskipun negatif) setelah pandemi,
mencerminkan pergeseran prioritas investor institusional menuju fokus pada operasional
inti dan investasi riil pasca-pandemi. Penelitian ini juga berhasil melewati tiga jenis
robustness check (uji kausalitas Granger, lagged variable, dan data pencilan), yang
mengkonfirmasi keandalan model.
juga menggunakan tiga variabel kontrol: leverage (rasio liabilitas terhadap total aset), size (logaritma natural dari total aset), dan ROA (rasio laba bersih terhadap total aset). Model yang digunakan adalah model regresi data panel. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa investor institusional secara aktif mendorong atau memfasilitasi perusahaan untuk terlibat dalam aktivitas keuangan, kemungkinan besar didorong oleh pencarian keuntungan (return) dan alokasi portofolio yang terdiversifikasi. Penemuan ini sejalan dengan penelitian Ning et al. (2024) yang mengemukakan bahwa hubungan positif
ini dapat disebabkan oleh peningkatan asimetri informasi, di mana pengawasan
berpotensi bergeser menjadi kolusi untuk memaksimalkan return portofolio institusional.
Meskipun demikian, penelitian ini tidak menolak temuan Y. Li et al. (2024)mengenai
hubungan negatif, mengingat adanya perbedaan variabel independen dan sampel negara
yang digunakan. Lebih lanjut, selaras dengan Eraslan et al. (2022), sampel investor
institusional dalam penelitian ini (dengan mengecualikan fund yang mengelola dana
himpunan banyak orang) cenderung memiliki preferensi risiko tinggi dan tertarik pada
pengembalian spekulatif jangka pendek, hal ini turut menjelaskan korelasi positif
kepemilikan institusional secara keseluruhan dengan finansialisasi. Analisis lebih lanjut
berdasarkan periode COVID-19 menunjukkan pengaruh positif yang signifikan sebelum
dan selama pandemi, namun menjadi tidak signifikan (meskipun negatif) setelah pandemi,
mencerminkan pergeseran prioritas investor institusional menuju fokus pada operasional
inti dan investasi riil pasca-pandemi. Penelitian ini juga berhasil melewati tiga jenis
robustness check (uji kausalitas Granger, lagged variable, dan data pencilan), yang
mengkonfirmasi keandalan model.
Detail Information
- Publisher
- Jakarta : Program Ekstensi FEBUI., 2025
- Collation
- x, p. : ills. ; 30 cm
- Language
- Indonesia
- Classification
- NONE
- Subject(s)
- Statement of Responsibility
- Ilham Darmawan
Comments
You must be logged in to post a comment