Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Pengaruh konflik peran pekerjaan dan keluarga terhadap efikasi diri ibu menyusui di tempat kerja : peran mediasi dukungan manajerial di lingkungan direktorat jenderal pajak
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik peran pekerjaan dan keluarga terhadap efikasi diri ibu menyusui di tempat kerja, dengan dukungan manajerial sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tantangan peran ganda yang dihadapi ibu menyusui, khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, yang memiliki tuntutan kinerja tinggi dan struktur organisasi formal. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner digital. Responden penelitian adalah pegawai perempuan di Direktorat Jenderal Pajak yang sedang atau pernah dalam masa menyusui. Data dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran pekerjaan dan keluarga berdampak negatif terhadap efikasi diri ibu menyusui. Selain itu, dukungan manajerial memiliki peran penting sebagai mediator, meskipun tidak sepenuhnya mampu mengeliminasi pengaruh negatif dari konflik peran tersebut. Bentuk dukungan yang paling dirasakan adalah sikap positif atasan terhadap aktivitas menyusui atau memompa ASI di tempat kerja. Analisis lebih lanjut mengindikasikan bahwa faktor seperti fleksibilitas kerja, budaya organisasi,
dukungan sosial, serta fasilitas penunjang turut memengaruhi efektivitas dukungan manajerial dan efikasi diri. Dalam konteks instansi publik seperti DJP, peran manajer yang responsif terhadap kebutuhan pegawai menyusui sangat berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan suportif. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan dukungan manajerial berbasis empati dan sensitif gender, serta perlunya evaluasi kebijakan internal agar keberpihakan terhadap pegawai perempuan, khususnya ibu menyusui, tidak hanya bersifat formal tetapi juga substantif dalam implementasi sehari-hari.
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner digital. Responden penelitian adalah pegawai perempuan di Direktorat Jenderal Pajak yang sedang atau pernah dalam masa menyusui. Data dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran pekerjaan dan keluarga berdampak negatif terhadap efikasi diri ibu menyusui. Selain itu, dukungan manajerial memiliki peran penting sebagai mediator, meskipun tidak sepenuhnya mampu mengeliminasi pengaruh negatif dari konflik peran tersebut. Bentuk dukungan yang paling dirasakan adalah sikap positif atasan terhadap aktivitas menyusui atau memompa ASI di tempat kerja. Analisis lebih lanjut mengindikasikan bahwa faktor seperti fleksibilitas kerja, budaya organisasi,
dukungan sosial, serta fasilitas penunjang turut memengaruhi efektivitas dukungan manajerial dan efikasi diri. Dalam konteks instansi publik seperti DJP, peran manajer yang responsif terhadap kebutuhan pegawai menyusui sangat berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan suportif. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan dukungan manajerial berbasis empati dan sensitif gender, serta perlunya evaluasi kebijakan internal agar keberpihakan terhadap pegawai perempuan, khususnya ibu menyusui, tidak hanya bersifat formal tetapi juga substantif dalam implementasi sehari-hari.
Informasi Detail
- Penerbit
- Jakarta : Program Ekstensi FEBUI., 2025
- Deskripsi Fisik
- x, p. : ills. ; 30 cm
- Bahasa
- Indonesia
- Klasifikasi
- NONE
- Subjek
- Pernyataan Tanggungjawab
- Sheilanissa Diputri Prasetyo
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar