Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Hubungan antara pengungkapan hal audit utama (HAU) pada laporan audit dengan tingkat kesulitan keuangan perusahaan
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengungkapan Hal Audit Utama (HAU)
atau Key Audit Matters (KAM) dengan tingkat kesulitan keuangan (financial distress)
perusahaan. KAM merupakan bagian dari laporan auditor independen yang memberikan informasi mengenai area yang signifikan dalam laporan keuangan perusahaan. Penelitian dilakukan terhadap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2022–2023 dengan menggunakan data panel dan metode regresi linier. Penelitian ini menganalisis hubungan antara jumlah KAM, jumlah KAM berdasarkan tingkat risiko, jumlah KAM berdasarkan dampak utamanya dan jumlah KAM berdasarkan jenis KAM dengan tingkat financial distress perusahaan yang diukur melalui model Altman Z-Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya jumlah pengungkapan KAM memberikan sinyal mengenai kondisi financial distress perusahaan. Jumlah KAM berdasarkan tingkat risiko account-level, jumlah KAM berdasarkan dampak utamanya khususnya akun-akun yang termasuk ke kelompok KAM profitabilitas dan likuiditas dan jumlah KAM berdasarkan beberapa jenis KAM juga dapat memberikan sinyal mengenai kondisi financial distress perusahaan. Implikasi dari penelitian ini berguna bagi regulator dan pengguna laporan. Regulator dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi bahwa Standar Audit 701 mengenai pengungkapan KAM bermanfaat untuk memberikan sinyal. Selain itu, pengguna laporan audit dapat menggunakan pengungkapan KAM pada laporan audit untuk menangkap sinyal mengenai financial distress perusahaan.
atau Key Audit Matters (KAM) dengan tingkat kesulitan keuangan (financial distress)
perusahaan. KAM merupakan bagian dari laporan auditor independen yang memberikan informasi mengenai area yang signifikan dalam laporan keuangan perusahaan. Penelitian dilakukan terhadap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2022–2023 dengan menggunakan data panel dan metode regresi linier. Penelitian ini menganalisis hubungan antara jumlah KAM, jumlah KAM berdasarkan tingkat risiko, jumlah KAM berdasarkan dampak utamanya dan jumlah KAM berdasarkan jenis KAM dengan tingkat financial distress perusahaan yang diukur melalui model Altman Z-Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya jumlah pengungkapan KAM memberikan sinyal mengenai kondisi financial distress perusahaan. Jumlah KAM berdasarkan tingkat risiko account-level, jumlah KAM berdasarkan dampak utamanya khususnya akun-akun yang termasuk ke kelompok KAM profitabilitas dan likuiditas dan jumlah KAM berdasarkan beberapa jenis KAM juga dapat memberikan sinyal mengenai kondisi financial distress perusahaan. Implikasi dari penelitian ini berguna bagi regulator dan pengguna laporan. Regulator dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi bahwa Standar Audit 701 mengenai pengungkapan KAM bermanfaat untuk memberikan sinyal. Selain itu, pengguna laporan audit dapat menggunakan pengungkapan KAM pada laporan audit untuk menangkap sinyal mengenai financial distress perusahaan.
Informasi Detail
- Penerbit
- Jakarta : Program Ekstensi FEBUI., 2025
- Deskripsi Fisik
- x, p. : ills. ; 30 cm
- Bahasa
- Indonesia
- Klasifikasi
- NONE
- Subjek
- Pernyataan Tanggungjawab
- Ruth Marsaulina
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar