Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Peran struktur kepemilikan terhadap kinerja environmental, social, and governance (ESG) dan kinerja keuangan (studi empiris pada perusahaan di Negara Asean-5)
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran struktur kepemilikan
(investor institusional, manajerial, pemerintah, asing) terhadap kinerja keberlanjutan dan
kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini juga mengeksplorasi peran struktur
kepemilikan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara kinerja keberlanjutan dan Tobin’s Q sebagai proksi kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dari 644 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di bursa negara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina) selama periode 2021–2023. Model regresi data panel dengan fixed effect model diterapkan untuk mengevaluasi pengaruh struktur kepemilikan terhadap ESG Score sebagai indikator kinerja keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepemilikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Selain itu, kinerja keberlanjutan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan. Penelitian juga tidak menemukan bahwa struktur kepemilikan dapat memoderasi hubungan antara kinerja keberlanjutan dan kinerja keuangan. Analisis tambahan dengan memecah dimensi kinerja keberlanjutan menemukan bahwa kepemilikan pemerintah berkontribusi positif pada dimensi kinerja tata kelola, sementara dimensi kinerja lingkungan berdampak negatif pada kinerja keuangan. Pengujian tambahan per negara menemukan hasil yang bervariasi antar negara di ASEAN-5, mencerminkan adanya pengaruh karakteristik unik masing-masing negara terhadap hubungan yang diteliti. Temuan ini memberikan implikasi perlunya perumusan kebijakan yang lebih efektif untuk mengintegrasikan praktik keberlanjutan dengan tujuan finansial perusahaan, khususnya dalam konteks ASEAN-5.
(investor institusional, manajerial, pemerintah, asing) terhadap kinerja keberlanjutan dan
kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini juga mengeksplorasi peran struktur
kepemilikan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara kinerja keberlanjutan dan Tobin’s Q sebagai proksi kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dari 644 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di bursa negara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina) selama periode 2021–2023. Model regresi data panel dengan fixed effect model diterapkan untuk mengevaluasi pengaruh struktur kepemilikan terhadap ESG Score sebagai indikator kinerja keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepemilikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Selain itu, kinerja keberlanjutan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan. Penelitian juga tidak menemukan bahwa struktur kepemilikan dapat memoderasi hubungan antara kinerja keberlanjutan dan kinerja keuangan. Analisis tambahan dengan memecah dimensi kinerja keberlanjutan menemukan bahwa kepemilikan pemerintah berkontribusi positif pada dimensi kinerja tata kelola, sementara dimensi kinerja lingkungan berdampak negatif pada kinerja keuangan. Pengujian tambahan per negara menemukan hasil yang bervariasi antar negara di ASEAN-5, mencerminkan adanya pengaruh karakteristik unik masing-masing negara terhadap hubungan yang diteliti. Temuan ini memberikan implikasi perlunya perumusan kebijakan yang lebih efektif untuk mengintegrasikan praktik keberlanjutan dengan tujuan finansial perusahaan, khususnya dalam konteks ASEAN-5.
Informasi Detail
- Penerbit
- Jakarta : Program Ekstensi FEBUI., 2024
- Deskripsi Fisik
- x, p. : ills. ; 30 cm
- Bahasa
- Indonesia
- Klasifikasi
- NONE
- Subjek
- Pernyataan Tanggungjawab
- Wahyu Setya Pratama
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar