Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Peran struktur kepemilikan dan board independence terhadap risk-taking behaviour
Description
Penelitian ini menguji apakah struktur kepemilikan dan independensi dewan komisaris
berpengaruh terhadap prilaku pengambilan risiko (risk-taking behaviour) perusahaan non keuangan di Indonesia. Struktur kepemilikan yang diuji adalah kepemilikan negara,
kepemilikan asing, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional. Selain itu,
penelitian ini juga menguji apakah invesment opportunity dan independensi dewan
komisaris memoderasi hubungan antara struktur kepemilikan dan risk-taking behaviour.
Sampel penelitian adalah perusahaan non-keuangan yang terdaftar di BEI dengan periode penelitian 2017-2023. Hasil penelitian menunjukkan kepemilikan institusional
berpengaruh positif terhadap risk-taking behaviour. Tidak ditemukan pengaruh signifikan kepemilikan negara, kepemilikan asing, dan kepemilikan institusional terhadap risktaking behaviour. Investment opportunity juga ditemukan tidak memoderasi hubungan struktur kepemilikan dan risk-taking behaviour. Independensi dewan komisaris terbukti memperlemah hubungan positif kepemilikan asing dengan risk-taking behaviour. Namun independensi dewan komisaris tidak terbukti memoderasi hubungan kepemilikan negara, kepemilikan asing, dan kepemilikan institusional dengan risk-taking behaviour.
berpengaruh terhadap prilaku pengambilan risiko (risk-taking behaviour) perusahaan non keuangan di Indonesia. Struktur kepemilikan yang diuji adalah kepemilikan negara,
kepemilikan asing, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional. Selain itu,
penelitian ini juga menguji apakah invesment opportunity dan independensi dewan
komisaris memoderasi hubungan antara struktur kepemilikan dan risk-taking behaviour.
Sampel penelitian adalah perusahaan non-keuangan yang terdaftar di BEI dengan periode penelitian 2017-2023. Hasil penelitian menunjukkan kepemilikan institusional
berpengaruh positif terhadap risk-taking behaviour. Tidak ditemukan pengaruh signifikan kepemilikan negara, kepemilikan asing, dan kepemilikan institusional terhadap risktaking behaviour. Investment opportunity juga ditemukan tidak memoderasi hubungan struktur kepemilikan dan risk-taking behaviour. Independensi dewan komisaris terbukti memperlemah hubungan positif kepemilikan asing dengan risk-taking behaviour. Namun independensi dewan komisaris tidak terbukti memoderasi hubungan kepemilikan negara, kepemilikan asing, dan kepemilikan institusional dengan risk-taking behaviour.
Detail Information
- Publisher
- Jakarta : Program Ekstensi FEBUI., 2024
- Collation
- x, p. : ills. ; 30 cm
- Language
- Indonesia
- Classification
- NONE
- Subject(s)
- Statement of Responsibility
- Melva Viona Girsang
Comments
You must be logged in to post a comment